
Bisnis.com, JAKARTA — Pengembang pembangkit energi baru terbarukan (EBT) swasta meminta pemerintah untuk mengintensifkan investasi baru pada pembangunan jaringan listrik atau grid menyusul risiko bisnis yang masih terbilang tinggi saat ini.
Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) Fabby Tumiwa mengatakan minimnya integrasi grid setrum antara sumber listrik dengan pusat beban membuat kebutuhan belanja modal untuk suatu proyek meningkat. “Investor paham situasi ini, tapi karena jaringan harus dibangun mereka, capital expenditure proyek meningkat,” kata Fabby saat dikonfirmasi, Kamis (26/10/2023).
Di sisi lain, Fabby menambahkan, risiko pengembangan proyek juga terbilang tinggi lantaran isu pembebasan lahan di sejumlah titik sumber sumber daya setrum yang terpencil.
“Karena membangun jaringan butuh pembebasan lahan untuk right of way,” kata dia. Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) Riza Passiki berpendapat minimnya keterhubungan transmisi PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN pada lokasi sumber panas bumi membuat sejumlah jadwal operasi komersial pembangkit mesti ditunda.
Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “Pengembang Pembangkit EBT Minta Kepastian Grid PLN”, Klik selengkapnya di sini: https://ekonomi.bisnis.com/read/20231026/44/1708386/pengembang-pembangkit-ebt-minta-kepastian-grid-pln.
Penulis : Nyoman Ary Wahyudi – Bisnis.com